Saturday, April 2, 2011

10 Cuaca Teraneh di Dunia

INILAH.COM, Jakarta - Di dunia terdapat cuaca aneh yang sangat tak wajar. Seperti langhit berdarah, hujan ikan, bom es hingga bulan biru. Fenomena alam yang menarik. Seperti apa?
Hujan Ikan dan Katak
Dari California , Inggris hingga India , secara periodik terjadi presipitasi (hujan) aneh. Hewan kecil seperti ikan, katak dan ular jatuh dari langit beberapa kilometer dari air. Puting beliung yang berputar di danau atau samudra dapat menghisap air dan apapun yang ada di dalamnya ke awan di atasnya.
Bola Api Besar
Selama berabad-abad, orang melaporkan keanehan listrik di rumah mereka, terutama selama badai petir. Bola cahaya seukuran bola golf hingga bola sepakbola terkadang melayang di udara selama badai dan memancarkan panas serta suara.
Bola ini biasanya akan hilang ketika mengenai benda berlistrik seperti TV namun terkadang bisa meledak dengan ganas dan menyebabkan kebakaran. Bola cahaya ini tak hanya mistis juga membuat ilmuwan bingung.
Langit Berdarah
Hujan darah terdengar seperti film horor Hollywood . Namun, pada zaman Romawi kuno, hujan ini dikabarkan pernah terjadi. Meski menakutkan, hujan ini sebenarnya bukanlah darah.
Warna merah disebabkan debu atau pasir yang tertiup ke atmosfer dan dibawa angin kuat dan akhirnya bercampur dengan awan hujan dan mewarnai hujan. Di Eropa, hujan merah ini diwarnai debu yang ada di benua itu dari badai pasir Sahara .
Tiga Matahari
Di hari yang cerah, langit juga bisa memberi kejutan, setidaknya untuk mata. Jika matahari dekat dengan horizon dan awan cirrus berada di atasnya, ‘hantu’ tiga matahari akan bersinar di langit.
Matahari hantu ini sebenarnya cahaya terang yang tercipta ketika cahaya matahari dicerminkan oleh kristal kecil yang ada di awan. Meski hal ini merupakan fenomena optik umum, fenomena ini tak selalu muncul.
Bulan Biru
‘Bulan biru’ terjadi tiap dua setengah tahun ketika bulan purnama terjadi dua kali dalam satu bulan kalender. Terdapat peristiwa langka ketika bulan tampak biru. Kebakaran hutan dan gunung api dapat menembakkan abu ke atmosfer dan tercampur tetesan air.
Tetesan air ini dapat bergerak ribuan kilometer mengelilingi Bumi dan cukup untuk membuyarkan cahaya matahari dan membuat bulan berwarna biru.
Monster Laut
Monster Loch Ness mungkin hanya ungkapan berlebihan dari kolom putaran air. Angin puyuh kecil yang terkadang disebut ‘iblis air’ ini dapat mengubah air hangat menjadi corong.
Iblis air ini dapat berputar dan mengeluarkan suara desis. Suara ini dipadukan dengan tampilan seperti berleher panjang dan membuatnya terkesan seperti monster laut menakutkan yang akan melompat menyerang Anda.
Angin Puyuh Berapi
Meski tak ganas, iblis debu ini bisa sangat mengerikan. Angin puyuh ini merupakan versi kecil tornado yang terbentuk ketika panas bertemua tanah menyebabkan udara dan angin di atasnya berputar.
Angin puyuh ini tercampur debu dari tanah. Angin puyuh ini memiliki saudara yang lebih menakutkan, yakni iblis api. Iblis api terbentuk ketika panas intens hutan kebakaran menciptakan tali api yang berputar dengan ganas di atas kebakaran itu.
Sprite, Jet dan Elf
Selama bertahun-tahun, pilot melaporkan kilatan berwarna aneh yang keluar dari ujung badai awan dan membuat banyak orang tak percaya. Namun kini, ilmuwan menemukan bukti jenis petir aneh ini memang ada. Sprite merah merupakan ledakan cahaya merah yang berada 80,5 km di atas Bumi dan biasanya muncul dalam lebih dari dua kluster.
Saudaranya, Jet biru, merupakan kerucut cahaya biru yang terjadi di bagian atmosfer yang lebih rendah dari Sprite merah. Jet biru yang terjadi bersamaan dengan Sprite merah disebut Elf. Cahaya merah berbentuk panekuk yang tercipta dari petir di bawahnya. Kilatan ini hanya terjadi seperseribu detik dan ilmuwan terus menyelidi apa pemicunya.
Api Santo Elmo
Selama badai petir, banyak orang melaporkan bola ‘api’ berdansa di atas kapal. Bola api kecil bernama api Santo Elmo ini merupakan listrik statis yang timbul selama badai petir. Meski tak berbahaya, bola api kecil ini bisa terjadi sebelum ada sambaran petir. Bola api ini bisa menjadi pengingat agar Anda menjauh.
Bom Es
Kebanyakan orang yang pernah mengalami badai petir pernah mengalami hujan es sebesar bola kasti. Namun, pada beberapa hujan es, bisa jauh lebih besar (tercatat 40 kilogram) jatuh dari langit.
Lebih misteriusnya, bongkahan es ini terkadang jatuh ke Bumi tanpa adanya awan di langit. Sementara beberapa hujan es terbukti terjadi karena ada es yang jatuh dari sayap pesawat, beberapa hujan es masih tak bisa dijelaskan apa penyebabnya. [mdr]

Wednesday, February 16, 2011

DAFTAR PUSTAKA



Ahmad Sabri. 2005. Strategi Belajar Mengajar Dan Micro Teaching. Jakarta: Quantum Teaching.
Ahamad Tafsir. 1998. Metode Pengajaran Agama Islam. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Anwar Masy'ari. 1991. Membentuk Pribadi Muslim. Bandung : PT Alma'arif.
Brazelton. 2009. Disiplin Anak. Jakarta : PT Buana Ilmu Populer.
Cece Wijaya. 1991. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. PT Remaja Rosdakarya.
Departemen Agama RI. 2001. Metode Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Ditjen
Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
Departeman Agama RI. 2000. Tuntunan Peningkatan Ibadah. Jakarta : Ditjen Kelembagaan Pembinaan Agama Islam.
Departemen Agama RI. 2005. Kepengawasan Kependidikan. Jakarta : Ditjen Kelembagaan Pembinaan Agama Islam.
Depdiknas. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Sekjen Depdiknas.
Hamzah Ya'qob. 1992. Etos Kerja Islami. Jakarta : CV Pedoman Ilmu Jaya.
Imam Ahmad Ibnu Nizar. 2009. Membentuk Dan meningkatkan Disiplin Anak Sejak Dini. Jogjakarta : Diva Press.
Joko Sri Yu'nanto. 2004. Sumber Belajar Anak Cerdas. Jakarta : Grasindo.
Koentjaraningrat. 1981. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : PT Gramedia.
M. Sobry Sutikno. 2007. Rahasia Sukses Belajar dan Mendidik Anak. Mataram : NTP Press.
Slameto. 1995. Belajar Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto. 1983. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung : CV. Alfabeta.
Sumadi Suryabrata.1993. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Syaiful Bahri Djamarah. 2000. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.
Syaifuddin Azwar. 1980. Metode Penelitian. Jakarta : Pustaka Pelajar.
S. Nasution. 2000. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Wasty Soemanto. 1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Teknik Analisis Data



Setelah data primer dalam bentuk angka (kuantitatif), digunakan teknik analisa statistik. Untuk menjawab permasalahan seberapa besar pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada bidang studi PAI di SDN 38 desa Padang Jawi Manna Bengkulu Selatan, digunakan analisis statistik dengan menggunakan rumus product moment sebagai berikut:
∑xy
Ґxy = ________________
√{ ∑ x² y² }
Ket:
RXY = angka indeks kolerasi
XY = jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y
X = jumlah skor X
Y = jumlah skor Y
Selanjutnya untuk mengetahui tingkat signifikan antara variable X dan Variabel Y dihitung dengan uji t, dengan rumus sebagai berikut:
T = r √ n – 2

√ 1 - r²
Keterangan:
t = Tes signifikan
r = Kolerasi product moment
n = Jumlah sample

Validitas dan Reliabilitas





a. Uji Validitas Angket Tentang Perhatian Orang Tua
Dalam uji validitas, menurut Nana Sujdana (2005) yang diutamakan bukan isi tes, melainkan kriterianya, apakah alat penilaian tersebut dapat digunakan untuk meramalkan suatu ciri, perilaku tertentu atau kriteria tertentu yang diinginkan. Dalam penelitian ini, untuk menguji validitas angket yang akan diberikan kepada responden terlebih dahulu diuji cobakan kepada dua kelompok siswa masing-masing berjumlah 10 orang. Kemudian hasil dari jawaban kedua kelompok siswa tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis product moment dengan rumus yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (1993:219) sebagai berikut:
∑xy
Ґxy = ________________
√{ ∑ x² y² }
Hasil korelasi product moment dikonsultasikan dengan tabel nilai r product moment dengan taraf signifikan 5% untuk mengethui angket tersebut memenuhi syarat atau belum, jika rh ≥ rt pada tarap signifikan 5% maka angket tersebut memenuhi syarat validitas atau valid.
b. Pengujian Reliabilitas Angket Perhatian Orang tua
Dalam pengujian reliabilitas angket ini dilakukan beberapa tahap kegiatan sebagai berikut:
1. Mengumpulkan nilai item angket bernilai ganjil (1,3,5,……19) menjadi satu kelompok dan diberi simbol X
2. Mengumpulkan nilai angket bernilai genap (2,4,6,…..20) diberi simbol Y
3. Mengkorelasikan nilai x dan y dengan teknik analisa product moment
Hasil korelasi product moment dianalisis dengan Spearman Brown, jika rh ≥ rt pada tarap signifikan 5% maka angket tersebut memenuhi syarat reliabilitas atau reliabel.
Hasil uji coba validitas dan reliabilitas angket akan dikemukakan pada tabel 3.5 di bawah ini:
Tabel 3.5 Keadaan Data Validitas dan Reliabilitas Perhatian Orang tua
Nomor Siswa
Validitas
Reliabilitas
X
Y
X
Y
Kelompok A
Kelompok B
1,2,3,…...…19
2,4,6,……..20
1
30
27
17
14
2
28
27
15
17
3
25
25
12
20
4
32
31
14
18
5
30
34
13
17
6
22
23
15
16
Nomor Siswa
Validitas
Reliabilitas
X
Y
X
Y
Kelompok A
Kelompok B
1,2,3,…...…19
2,4,6,……..20
7
25
27
16
13
8
29
33
13
16
9
24
27
14
15
10
25
26
11
14
Jumlah
270
280
140
160
Untuk mengetahui valid atau tidaknya angket dapat dilihat pada table 3.6 berikut:
Tabel 3.6 Keadaan validitas angket perhatian orang tua
No
X
Y
X
Y
XY
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
30
28
25
32
30
22
25
29
24
25
28
28
25
31
34
23
27
31
27
26
3
1
-2
5
3
-5
-2
2
-3
-2
1
1
-3
3
6
-5
-1
3
-1
-2
9
1
4
25
9
25
4
4
9
4
1
1
9
9
36
25
1
9
1
4
3
1
6
15
18
25
2
6
3
4
Jumlah
270
280
94
87
83
Diketahui:
∑X² = 94
∑Y² = 87
∑X.Y = 83
∑xy
Ґxy = ________________
√{ ∑ x² y² }
83
= _______________
√ { 94 . 87 }
83
= _______________

√ 8178
83
= _______________
90,4322951
= 0,91781371 dibulatkan menjadi 0,92
Dengan demikian rh > rt, untuk N = 10 untuk tarap signifikan 5% adalah 0,632, maka angket dinyatakan valid.
Untuk mengetahui reliabilitas angket dapat dilihat pada table 3.7 berikut:
Tabel 3.7 Keadaan Reliabilitas angket perhatian orang tua
No
X
Y
X
Y
XY
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
17
15
12
14
13
15
16
13
14
11
18
17
12
18
15
16
19
16
15
14
3
1
-2
0
-1
1
2
-1
0
-3
2
1
-4
2
-1
0
3
0
-1
-2
9
1
4
0
1
1
4
1
0
9
4
1
16
4
1
0
9
0
1
4
6
1
8
0
1
0
6
0
0
6
Jumlah
140
160
30
40
28
Diketahui:
∑X² = 30
∑Y² = 40
∑X.Y = 28
∑xy
Ґxy = ________________
√{ ∑ x² y² }
28
= _______________
√ { 30.40}
28
= _______________

√ 1200
28
= _______________
34,6410162
= 0,80829038 dibulatkan menjadi 0,81
Setelah perhitungan product moment, maka untuk mengetahui reliabilitas keseluruhan diteruskan dengan perhitungan Spearman Brown, dengan rumus sebagai berikut:
r x y = 2 x r g g
1+r g g
Keterangan:
R x y = Koefisien reliabilitas item
R g g = Korelasi antara belahan pertama (item ganjil) dengan belahan kedua (item genap)
Dengan rumus di atas diketahui hasil uji reliabilitas keseluruhan item yaitu:
R x y = 2 x 0,81
1 + 0,81
= 1,62
1,81
R x y = 0,895
Dari perhitungan di atas ternyata r hitung = 0,895 ≥ r tabel = 0,632 dengan N = 10 pada tarap signifikan 5% maka angket dinyatakan reliabel. Dengan demikian angket perhatian orang tua mempunyai tingkat validitas dan reliabilitas yang baik sehingga angket dapat dinyatakan memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut.
c. Uji Validitas Prestasi Belajar
Untuk mengetahui validitas prestasi belajar siswa dapat dilihat table 3.8 dibawah ini:
Tabel 3.8 Keadaan validitas Prestasi Belajar siswa
No
X
Y
X
Y
XY
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
80
60
70
80
70
60
60
70
70
80
90
70
70
80
80
60
70
90
90
80
10
-10
0
10
0
-10
-10
0
0
10
12
-8
-8
2
2
-18
-8
12
12
2
100
100
0
100
0
100
100
0
0
100
144
64
64
4
4
324
64
144
144
4
120
80
0
20
0
180
80
0
0
20
700
780
600
960
500
Diketahui:
∑X² = 600
∑Y² = 960
∑X.Y = 500
∑xy
Ґxy = ________________
√{ ∑ x² y² }
500
= _______________
√ { 600 . 960 }
500
= _______________
√ 576.000

500
= _______________
758,946638
= 0,65880785 dibulatkan menjadi 0,658
Dengan demikian rh > rt, r hitung 0,658 untuk N = 10 untuk taraf signifikan 5% adalah 0,632, maka dinyatakan valid.
d. Uji Reliabilitas Prestasi Belajar
Untuk mengetahui reliabilitas prestasi belajar siswa dapat dilihat tabel 3.9 dibawah ini:
Tabel 3.9 Keadaan Reliabilitas Prestasi Belajar Siswa
No
X
Y
X
Y
XY
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
80
70
70
60
70
60
70
80
90
80
80
60
70
70
70
70
70
80
80
80
7
-3
-3
-13
-3
-13
-3
7
7
7
7
-13
-3
-3
-3
-3
-3
7
7
7
49
9
9
169
9
169
9
49
49
49
49
169
9
9
9
9
9
49
49
49
49
39
9
39
9
39
9
49
49
49
Jumlah
730
730
810
410
410
Diketahui
∑X² = 810
∑Y² = 410
∑X.Y = 410
∑xy
Ґxy = ________________
√{ ∑ x² y² }
410
= _______________
√ { 810 . 410}
410
= _______________

√ 332100
410
= _______________
576,281181
= 0,71145825 dibulatkan menjadi 0,71
Setelah perhitungan product moment, maka untuk mengetahui reliabilitas keseluruhan diteruskan dengan perhitungan Spearman Brown, dengan rumus sebagai berikut:
r x y = 2 x r g g
1+r g g
Keterangan:
R x y = Koefisien reliabilitas item
R g g = Korelasi antara belahan pertama (item ganjil) dengan belahan kedua (item genap)
Dengan rumus di atas diketahui hasil uji reliabilitas keseluruhan item yaitu:
R x y = 2 x 0,71
1 + 0,71
= 1,42
1,71
R x y = 0,83
Dari perhitungan di atas ternyata r hitung = 0,83 ≥ r tabel = 0,632 dengan N = 10 pada tarap signifikan 5% maka dinyatakan reliabel. Dengan demikian prestasi belajar siswa mempunyai tingkat validitas dan reliabilitas yang baik sehingga angket dapat dinyatakan memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut.