Monday, January 26, 2015

Sugguh Kelewatan Ulah Politisi Belgia ini Menghina dan Lecehkan Al-Qur’an

Tags
Mantan ketua partai ekstrim kanan Interest Party Belgia menghina Alquran saat berpidato di parlemen federal negara itu, Kamis 22 Januari 2015.

Dengan memegang Alquran di tangan kanannya, Filip Dewinter menghina Islam dengan mengatakan “Kitab suci agama ini menjadi penyebab dari semua kekacauan, sumber dari semua kejahatan (dan) (mengandung) perintah untuk membunuh.”

Dewinter yang berbicara dalam sesi ‘masjid dan radikalisasi’ berpendapat bahwa pemerintah Belgia harus menghentikan pendanaan pembangunan masjid di negara tersebut. Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon, yang hadir dalam sesi itu, mengutuk komentar Dewinter itu.

“Anda memegang sebuah kitab suci, yang sangat dihormati dan sakral bagi banyak orang di negeri ini, dan Anda menghina seluruh masyarakat,” kata Jambon, seperti dilansir Abna24.

Jambon menambahkan bahwa memang ada radikalisme di kalangan komunitas muslim di negara itu yang akan dilawan pemerintah, tapi pemerintah tidak setuju dengan komentar Dewinters yang terang-terangan menghina Islam.

“Sebuah inisiatif yang sangat buruk dipamerkan di parlemen,” kata Veli Yuksel.

Veli Yuksel yang merupakan seorang anggota parlemen Belgia keturunan Turki, mengatakan kepada The Anadolu Agency : “Sikap rasis partai justru ditunjukan untuk memprovokasi komunitas muslim.”










Kalimah ‘Laa Ilaaha Illallah’ yang Tertulis di Hijab Bunda Maria

Tags
Hanum Salsabila Rais, puteri dari Amien Rais sekaligus penulis buku 99 Cahaya Dilangit Eropa sempat dibuat tercengang ketika mengetahui bahwa inskripsi arab yang mengukir di tepian kain hijab yang dikenakan Bunda Maria itu adalah lafaz tahlil ‘Laa ilaaha Illallah”.
 Museum Louvre, adalah tempat penyimpanan berbagai benda berharga milik Perancis. Di Museum inilah, lukisan Monalisa yang terpopuler itu berada. Dan disini pula lukisan menakjubkan yang dimaksud itu berada.
Adalah lukisan karya Ugolino berjudul “The Virgin and The Child” dimana dalam lukisan itu nampak sosok Bunda Maria sedang menggendong “Yesus” bayi . Yang mencengangkan, di hijab Bunda Maria dalam lukisan itu terdapat tulisan Arab Pseudo Kufic. Yang setelah diteliti oleh peneliti Arab World Institute, ternyata tulisannya adalah لَا إِلٰهَ إِلَّا الله “Laa Ilaaha Illallah”. Setelah ditelitii juga mendapati banyak tulisan Arab Kufic di lukisan artefak umat Khatolik. Termasuk tulisan Arab Kufic di jubah seorang raja Katolik taat yaitu Raja Roger II of Sicily dari Austria.
Hal ini dikatakan oleh Marion, Seorang peneliti peradaban Islam Abad Pertengahan yang ahli membaca tulisan Arab Kufic menjelaskan bahwa dulu Timur Tengah dikenal dengan ilmu pengetahuan, seni dan budayanya. Sehingga banyak orang Eropa bepergian ke Timur Tengah dan membeli kain, permadani, lukisan dan lain sebagainya. Dalam barang-barang yang diperdagangkan itu seringkali terdapat tulisan tauhid seperti di atas dan akhirnya ditiru oleh orang-orang Eropa. –
Tulisan لَا إِلٰهَ إِلَّا الله juga membuktikan bahwa Maryam dan Yesus (Isa bin Maryam) mengajarkan لَا إِلٰهَ إِلَّا الله “Bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah” sebagaimana sering disebutkan oleh umat muslim seperti yang terdapat didalam al Quran.
Kalimat Laa Ilaaha Illallah sebenarnya mengandung makna, yaitu makna penolakan segala bentuk sesembahan selain Allah, dan makna menetapkan bahwa satu-satunya sesembahan yang benar hanyalah Allah semata. http://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat
Tak hanya soal hijab Bunda Maria yang bertuliskan lafaz “Laa Ilaaha Illallah” Hanum dan Marion membeberkan fakta tentang Axe Historique atau Voie Triomphale yang bermakna ‘Jalan Kemenangan’ yang mereka kaitkan dengan keberadaan bangunan bersejarah di kota Paris itu dengan Mekkah.  Bangunan-bangunan dan lokasi bersejarah di Paris yaitu Monumen le Defense, Arc du Triomphe de l’Etoile, jalan Champ Elysees, Tugu Obelisk, Arc du Triomphe de Carrousel dan Museum Louvre disebut berada pada satu garis lurus dan garis tersebut mengarah ke Ka’bah (Makkah), Arab Saudi.
Jika  ditarik garis lurus Axe Historique ke timur, terus keluar kota Paris dan terus menembus benua lain, ternyata bisa menembus Makkah. Tepatnya Negara pertama di timur tenggara Paris adalah Swiss, di bawahnya adalah Italia, kemudian Yunani. Menyeberangi Laut Mediterania, ada Mesir, lalu Arab Saudi dan Makkah. Dan itulah jalan kemenangan yang dimaksud yaitu Makkah, Kiblatnya umat Islam.
“Maha suci Engkau. Dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaanNya yg tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalannanmu dan sabar sebagai jangkar dalam setiap badai dan cobaan” (Ali bin Abi thalib ra).